Search This Blog

Monday, September 1, 2014

MINGGU JANGAN DATANG – oleh Fahdina Ilal Haqqi


GUDANG PUISI 2014




Kemana kakiku harusnya melangkah?
Baru berdiri saja kau ulang keburukan itu
Dan kau mintaku kembali seperti dulu
Dalam kelamku kau tenggelamkanku semakin jauh
Dalam cahayaku kau tetap saja harapkan aku tuk padam

Tuhan..
Kupertahankan pelita cahayaku yang hampir jatuh
Karena ku ingat kan kedua pundakku
Tapi dia padamkan hingga ku tak tahu lagi arah pulang

Tuhan..
Aku tak ingin minggu datang
Egoiskah jika ku pinta tuk jauhkan minggu dariku?
Minggu yang jadi tawa bagi mereka
Kan jadi hari peluh untukku
Dihari selasa aku benci minggu
Minggu, jangan ingin bertemu aku!
Aku takut sakit tuhanku!
Adakah peluk kasih untukku?
Yang mungkin kasihnya kan balut luka-lukaku

    Minggu Jangan Datang – oleh Fahdina Ilal Haqqi
    Sidoarjo

http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MANTAN – oleh Michael Bram Febrian

GUDANG PUISI 2014

Kau hanya kenangan terbuai
Walau hampa ku rasa saat ini
Pedih melihat diri ini
Namamu tak kan ukir di hatiku
Kulupakan semua bersamamu

Ku tak peduli lagi denganmu
Kisah yang kita ukir kita telah sirna
Keindahanmu tak terlihat lagi
Kau jalan bersama orang lain
Hanya senyum yang kuberi

Walau hati Ini sakit pedih
Hanya air mata yang keluar
Kau tak lebih sekadar “MANTAN”
Yang menghiasi hidupku

    Mantan – oleh Michael Bram Febrian
    Mahasiswa STIE Musi Palembang
    Palembang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

DI WAKTU PAGI – oleh Abd Azis Ana

GUDANG PUISI 2014


Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi

Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi

Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci

Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas berkuasa…..!!!!”

    Bandung,25/02/2014
    abd azis ana

    hp :087823364016
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

BAHAGIA YANG TAK NYATA – oleh Taufiq Ridho

GUDANG PUISI 2014


Sepi adalah temanku..
Pekat malam yang menggelapkan hati
dinginnya yg membekukan jiwa
aku di patungkan suasana

para jangkrik mulai memainkan perannya
bersuara di keheningan malam
seakan suara mereka menertawakan hidupku
hidupku yang sudah tak bermakna

rasa sedih yg kini menguasai
kekosongan hati yang tak juga terisi
tapi masih ku berikan senyumku pada dunia
sebuah senyuman palsu

akulah si bahagia yang tak nyata
semua tawaku bersifat fana
kebahagia’anku pergi di bawa cinta
cinta yang hancurkan hidup yang aku punya

cinta yang aku puja
malah menghancurkan hati ini
kepingannya coba ku susun kembali
ku bentuk menyerupai aslinya
tapi tak menghilangkan tanda dari retakannya

rasa sakit ini akan ku bawa mati
biarlah sang cinta membawa bahagia
aku relakan kau pergi
menyisakan kekosongan hati ini
agar kau mendapat bahagia
walau aku sangat menderita

    Si bahagia yang tak nyata – oleh Taufiq Ridho
    Garut
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SENYUM KEKASIHKU – oleh Wahyu Kusuma Wardani

GUDANG PUISI 2014


ketika ku lihat dia
tergambar segaris senyum
senyum yg membuat hatiku luka

entah mengapa setiap ku lihat senyumnya
senyum itu seakan mengikat kuat dadaku
merebut setiap nafasku
dan menghentikan aliran darahku

senyum itu…
ahh.sudahlah.
aku tak mau mengingatnya lagi
dia,pemilik senyum itu
yg dulu pernah jadi milikku sekian waktu
tapi itu dulu.
kini dia tlah pergi tinggalkanku

    Senyum Kekasihku – oleh Wahyu Kusuma Wardani
    Ngawi
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

PENANTIAN – oleh Basuki Santosa

GUDANG PUISI 2014

Seperti Kemarau jemput Hujan
Gugurpun berganti semi
Siang menantikan malam
Penantian yg berbatas
Tidaklah seperti itu…
Perjalannku seakan tak berujung
Lelah dalam penantian….
Rapuh dalam perjalanan….
Aku sadar…..

Aku bukanlah rama
yg punya kekuatan
tuk menjemput cinta
Aku bukanlah Anjasmara
yg punya keberanian gengam cinta
Aku hanyalah rusa terluka
Mencoba bertahan tuk melangkah
Berharap semua akan tiba
Ku kan Bertanam di ladang hatimu
kutabur Benih benih cintaku
kembali bersemi, semerbak mewamgi
Bagi langit berhias pelangi.

    Penantian – oleh Basuki Santosa
    Sidoarjo
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MIMPI KECIL KITA DULU – oleh Acep Jaenudin

GUDANG PUISI 2014


Kita pernah bermimpi bersama untk menjalin suatu ikatan suci di dalam pelaminan
Yg begitu sangat indah dan mengagumkan
Mimpi kecil kita itu.
Untuk menjalin suatu rumah tangga yg sakina mawa’dah warohmah.
Aku sbagi kapten dlam perahu kecil
Dan kau sbagai nahkodanya.
Kita berjanji untuk mewujudkan semuanya
Menaklukan derasnya ombak.
Menghadang semua tantangan
Menerjang badai
Hingga kita sampai di ujung pelayaran kita
Brjuang sehidup semati untuk mencapai apa yg kita tuju dan apa yg kita impikan
.sungguh sangat indah mimpi kita dulu

Dengan berjalannya waktu
Impian itu lenyap secara perlahan seakan tercabik habis dengan tiap detik tiap meni jarum jam itu berputar.
Seakan mengikis habis tiap lembarannya.
Dan pada akhirnya impian kecilku itupun sirna sudah.tak tersisa sedikutpun lembaran kertas itu tersisa.
Hanya tertinggal robekan robekan kecil yang berserakan.
Ku pungut satu per satu tiap robekan kertas itu.mencoba merangkai kembali.
Agar lembaran itu bisa berbaris rapih seperti sedia kala.
Mimpi kecilku pun bisa aku perjuangkan kembali.
Tapi usahaku semuanya sia sia.tak berujung hasil yg di inginkan bahkan lembaran kerta itupun terbang jauh bersama alurnya angin
Seakan angin yg melenyapkan semua impian kecilku itu yg sebelumnya sudah aku susun rapih nan indah di dalam dinding hatiku.
Kini menjadi byangan semu yang takan pernah mungkin untuk aku meraihnya kembali.

    Mimpi kecil kita dulu – oleh Acep Jaenudin
    Limbangan Garut
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/